Event

Door to Asia: Memberi Solusi Terhadap Bencana Dengan Desain

ADGI-5-ed

Dalam memperingati 5 tahun pasca bencana di Tohoku, Zinnia Nizar Sompie dan Adityayoga dari Asosiasi Desain Grafis Indonesia (ADGI) mendiskusikan peran serta desain dalam menggali dan mengembangkan potensi pasar untuk meningkatkan daya saing dalam bidang industri. Diskusi ini digelar pada Sabtu, 12 Maret 2016 di Hall The Japan Foundation, Jakarta. Dalam acara yang bertajuk “Door to Asia” tersebut, keduanya menceritakan pengalaman saat mereka berada di Tohoku.

Selama dua belas hari, Japan Foundation melibatkan 9 desainer dari berbagai negara Asia untuk membangkitkan serta mengangkat bisnis di Tohoku agar produk mereka dapat di ekspor. Para desainer tersebut berasal dari Filipina, Malaysia, Singapura, Thailand, Jepang dan Indonesia.

Saat di Tohoku, Zinnia dan Adityayoga mendapat dua bisnis berbeda untuk dikelola. Zinnia mendapat Anchor Coffee yang merupakan kafe favorit yang sering dikunjungi masyarakat Indonesia disana. Anchor Coffee ini sudah berpindah lokasi, karena lokasinya yang lama sudah tidak ada. Tantangannya adalah bagaimana cara mengundang masyarakat Indonesia untuk datang lagi ke tempat tersebut. Hal menarik yang Zinnia bersama timnya lakukan adalah membuat majalah yang didesain menyerupai koran dengan judul “Obrol Warkop” yang diletakkan di supermarket dan dapat diambil secara gratis. Majalah tersebut berisikan promosi-promosi dan halaman lagu-lagu Indonesia yang akan diputar selama satu hari di Anchor Coffee.

Berbeda dengan Zinnia yang memang penikmat kopi, Adityayoga mendapat tantangan yang sangat besar. Ia yang adalah pencinta satwa mendapat bisnis yang berkaitan dengan produk sirip hiu. Dilema pun timbul dalam dirinya dan sempat terpikir untuk bertukar bisnis dengan Zinnia. Namun ternyata, ia juga tak dapat menikmati kopi. Maka tetaplah ia melanjutkan dengan berat hati. Saat bertemu dengan pemilik bisnis, Aditya mulai berdiskusi dengannya untuk tidak mengekspor sirip hiu ke Indonesia karena masyarakat Indonesia tidak mengkonsumsi hiu. Dalam diskusi, sang pemilik yang memiliki produk lain setuju untuk menggantinya dengan oyster sauce yang memang sesuai dengan target audiens di Indonesia. Aditya bersama timnya pun mulai melakukan riset untuk produk tersebut dan hasil kerja kerasnya mendapati titik terang karena produk oyster sauce sedang memasuki proses pengeksporan ke Indonesia.

Selain menceritakan mengenai tugasnya di Tohoku, Zinnia dan Aditya juga berbagi cerita bahwa masyarakat di Jepang memiliki mental yang kuat. Contohnya setelah terjadinya bencana tsunami, masyarakat Jepang tak mengeluh dan menyesal. Selain itu, masyarakat Jepang juga memiliki solidaritas yang kuat misalnya saat mengetahui Tohoku mengalami bencana, masyarakat Jepang yang lainnya datang ke Tohoku dan saling membantu.

Di akhir diskusi, Zinnia dan Aditya juga memperlihatkan proyek yang sedang mereka buat, yaitu ”Tohoku Book” yang berisikan cerita-cerita pengalaman mereka di Tohoku.

Editor: Stephanie Pascalita

Fotografer: William Surya