Event

KMDGI XI – Gini Lho

KMDGI_2

KMDGI (Kriyasana Mahasiswa Desain Grafis Indonesia) yang kesebelas kembali diadakan pada tanggal 11-14 November 2015 kemarin. Tahun ini, KMDGI mengambil tempat di Bali, tepatnya di ISI Denpasar.
Acara yang berlangsung selama empat hari ini memberikan kesempatan kepada setiap delegasinya untuk menuangkan pemikirannya lewat sebuah pameran bersama dengan tema “Gini Lho”. Tema ini mengajak para delegasi yang terdiri dari 40+ kampus untuk menanggapi dan menjawab masalah keseharian mereka yang berbeda-beda di setiap daerahnya lewat sebuah karya. Hasil karya tiap delegasi tertuang ke dalam desain dekor booth yang unik-unik.

KMDGI_ISI
INSTITUT SENI INDONESIA (ISI) JOGJA – MBOK NGENE
Banyaknya warisan lokal Jogja yang sudah tidak lagi terapresiasi berhasil dikemas dalam sebuah bentuk warung oleh mahasiswa ISI Jogja. Mereka berharap, warung Mbok Ngene bisa kembali mengingatkan kaum muda untuk mengapresiasi kembali kebudayaan lokalnya.

KMDGI_ITB
INSTITUT TEKNOLOGI BANDUNG
Lewat desain booth yang sederhana namun sangat bermakna, ITB hendak berbicara bahwa setiap permasalahan pasti memiliki banyak solusi. Para pengunjung booth diberikan kacamata dengan kaca plastik warna-warni untuk membaca tulisan yang terpampang di banner yang terpasang. Ternyata, dengan mengganti warna kaca plastik pada kacamata, pengunjung akan dapat membaca tulisan yang berbeda-beda pada bannernya.
TELKOM UNIVERSITY
Para pengujung diajak untuk kembali menanamkan budaya antri di dalam bermasyarakat. Setelah mengantri, pengunjung diberikan hadiah berupa permainan atau kesempatan bercerita sebagai bentuk apresiasi atas kesediaannya mengantri.
INSTITUT TEKNOLOGI NASIONAL (ITENAS) Bandung
Konsep “Ruang Tengah” ini berhasil membuat para pengunjung terharu dan merasa rindu akan keluarganya di rumah. Ruang tengah ini berupaya untuk mengingatkan kembali kaum muda terutama para perantau yang hidup berjauhan dengan keluarganya, mereka yang seringkali sibuk sendiri dan lupa akan keluarganya di rumah. ITENAS berhasil membuat para pengunjung sadar bahwa sekedar bertanya, “Ma, apa kabar?” bisa saja membuat seseorang bahagia.

KMDGI_IKJ KMDGI_IKJ2
INSTITUT KESENIAN JAKARTA (IKJ)
Warung nongkrong yang diberi nama “Endjoy Jakarta” ini hendak menggambarkan sisi lain dari kota Jakarta. Mayoritas orang hanya melihat Jakarta sebagai sebuah kota yang indah, namun pada kenyataannya tidak demikian. Warung kopi ini memberikan suatu bentuk kampanye yang unik yaitu dengan menjual kopi rakyat seharga Rp 2.000,-, kopi desainer Rp 25.000,-, dan kopi art director seharga Rp 30.000,-. Perbedaan ketiganya hanya terletak pada desain gelasnya saja. Memberikan gambaran yang sangat relevan dengan kehidupan desain di Indonesia saat ini.

KMDGI_UMN
UNIVERSITAS MULTIMEDIA NUSANTARA – An Cua!
Mengangkat budaya lokal Tangerang yaitu kebudayaan Cina Benteng. Booth dihiasi dengan karya mahasiswa UMN dalam bentuk tipografi, ilustrasi, maupun screening film yang sesuai dengan tema An Cua itu sendiri. Uniknya, booth ini menyediakan berbagai cemilan khas Tangerang yang bisa dinikmati secara cuma-cuma loh!

KMDGI_UMaranatha
UNIVERSITAS MARANATHA Bandung
Di zaman yang serba canggih ini, gadget sudah menjadi suatu kebutuhan pokok yang tidak terpisahkan lagi dari kehidupan bermasyarakat. Booth yang didesain secara simple ini merupakan gambaran keorisinalitasan kita yang sudah mati di zaman yang artificial ini.
UNPAS Bandung
Procrastination adalah musuh terbesar dari produktivitas. Booth karya mahasiswa UNPAS Bandung ini memberikan gambaran suasana kos mahasiswa yang cozy, dan begitu mengundang kemalasan yang sangat sering dirasakan oleh mahasiswa saat ini.
UNIVERSITAS SEBELAS MARET
Banyaknya tayangan kartun yang disensor menjadi konsep dasar pembuatan booth karya mahasiswa Universitas Sebelas Maret ini. Dengan adanya penyensoran hasil karya, karakteristik dari karya itu sendiri menjadi hilang.
UNIVERSITAS BINA NUSANTARA – Jakarta
Super Baper Invader diciptakan untuk memberikan jawaban pada kaum muda yang sering merasa baper. Pengunjung booth diberikan kesempatan untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan baper dari kaum muda yang telah dikumpulkan sebelumnya.

KMDGI_UMB KMDGI_1
Keberhasilan suatu acara tidak pernah terlepas dari usaha dan jerih payah panitia-panitia yang bekerja di belakangnya. Meskipun rangkaian acara KMDGI XI dari hari pertama hingga keempat berjalan dengan baik, namun menurut Januarta selaku ketua pameran KMDGI XI ini, keberhasilan acara ini hanya mencapai angka 40%. Menurutnya, hal tersebut dikarenakan keadaan cuaca yang tidak mendukung, akibatnya ada beberapa rangkaian acara yang tidak berjalan sebagaimana mestinya. Mewakili sekitar 300 orang panitia KMDGI XI, Januarta berharap ke depannya KMDGI bisa lebih baik lagi. “Harapannya sih semoga KMDGI bisa diselenggarakan di kampus-kampus manapun yang ikut KMDGI, gak harus yang di kota-kota besar aja,” demikian tuturnya.
Keberhasilan suatu acara tidak pernah terlepas dari usaha dan jerih payah panitia-panitia yang bekerja di belakangnya. Meskipun rangkaian acara KMDGI XI dari hari pertama hingga keempat berjalan dengan baik, namun menurut Januarta selaku ketua pameran KMDGI XI ini, keberhasilan acara ini hanya mencapai angka 40%. Menurutnya, hal tersebut dikarenakan keadaan cuaca yang tidak mendukung, akibatnya ada beberapa rangkaian acara yang tidak berjalan sebagaimana mestinya.
Mewakili sekitar 300 orang panitia KMDGI XI, Januarta berharap ke depannya KMDGI bisa lebih baik lagi. “Harapannya sih semoga KMDGI bisa diselenggarakan di kampus-
Lain halnya bagi Caca, Dita, Irene, dan Rosita. Mahasiswi Film dan Televisi ISI Denpasar ini mengaku baru pertama kali datang ke acara KMDGI. Ketika ditanya bagaimana tanggapan mereka akan acara ini, mereka menjawab dengan antusias.”Acaranya keren dan seru banget. Banyak anak-anak DKV yang keren-keren dan inspiratif.” Mereka berharap KMDGI selanjutnya bisa semakin ramai dan seru.

Tags